Tuesday, December 27, 2011

Apa Artinya?

Tahun baru? 


Tentang tahun baru yang datang begitu cepat. Secepat kedipan mataku. Aku seakan belum siap akan tahun baru ini. Apa harus baru? Ini pergantian tahun bukan?

Untukku, terlalu kilat tahun anyar itu menghampiri. Ya, hitungan hari lagi. Hanya menunggu untuk sesuatu yang dikatakan orang "baru" itu.

Apakah kalian yakin itu baru? 
Bukannya hanya angka tahun saja yang bertambah satu, hanya karena itu disebut baru?
Perlu perubahan, sekali lagi PERUBAHAN!

Meriah sekali persiapan untuk tahun baru ini. Sudah bisa dibayangkan bagaimana persiapannya nanti, pasti maksimal. Kembang api dimana-mana, suara terompet yang saling bersaing dan bersambung, hiruk-pikuk orang-orang, dan banyak lagi perayaan demi menyambut tahun baru.

Aku masih ingat tahun lalu. Jika di ibukota tengah merayakan tahun baru dengan kembang api yang nilainya ratusan juta, disulut salam satu malam, diiringi jeritan-jeritan kesenangan yang menyaksikannya. Oh, Tuhan.. apa orang miskin sudah enyak dari bumi ini? Mengapa mereka tega bersikap seperti itu..

Tentang orang miskin, mereka masih membutuhkan uluran, Tuan. Hampirilah mereka untuk sekedar membagi rezeki anda yang berlebihan akan titipan Tuhan itu. Mereka lebih berhak. Mereka hidup dalam kekurangan dan membutuhkan anda, tataplah wajah tanpa gizi mereka dengan kasih tulus anda. Secepatnya, tolonglah mereka!

image : deviant art

Energi










Sunday, December 25, 2011

Lapisan



Aku ingin menceritakan tentang pengalaman dalam pertemanan, mungkin semua orang pernah mengalami apa yang aku alami saat ini dan dulu, atau nanti yang akan datang (mungkin).

Saturday, December 24, 2011

Malam Harus Tahu

Semilir ingatan itu melewati alam khayal
Kembali tentangmu. Iya, tentang yang aku bayangkan
Sejak dulu, sejak mata hatiku membuka kelopaknya

Mungkin lama aku mengusirmu dari hati
Tapi tahukah, rasa seperti semakin menggelegar kasar


Aku bertanya kepada Tuhan tentangmu hampir setiap hari
Mengapa lalang kesedihan itu harus hadir?
Mata ini sama seperti nadi yang sobek, perih
Tak hanya raga ini yang sayu, pikiranku pecah
Beranda hati tak lagi hangat oleh rasa merah muda itu


Di sudut ruang, dengan keindahan Tuhan yang bersua
Detak jam dinding memeluk keheningan
Ruang ini putih, tak berdebu
Kursi ini juga hanya kupersembahkan untukmu
Mengertilah malam..


Tanya hatiku apabila keraguanmu lebih hebat dari segalanya
Ini, tanganku terlalu berat untuk memegang cinta tak seimbang
Celah pengertianmu terlalu mikro untuk mengarah padaku
Dengar kepakan batinku
Yang macet di sela-sela tenggorokan


Kamu..
Dentuman yang setiap kali memaksa kepedihan
Perhatikan awal rasa aku mencintaimu, hingga kini
Apa berbeda?
Iya  beda, mungkin lebih dahsyat

Friday, December 23, 2011

Allah bangga kepada yang bersyukur




• Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata-kata kasar – Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

• Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu – Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

• Sebelum engkau mengeluh tentang pacar, suami atau isterimu – Ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan meminta pasangan hidup.

• Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu – Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat dipanggil Tuhan.

• Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu – Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.

• Sebelum engkau bertengkar karena rumahmu yang kotor, dan tidak ada yang membersihkan atau menyapu lantai – Ingatlah akan orang gelandangan yang tinggal di jalanan.

• Sebelum merengek karena harus menyopir terlalu jauh – Ingatlah akan sesorang yang harus berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sama.

• Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu – Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

• Sebelum engkau menuding atau menyalahkan orang lain – Ingatlah bahwa tidak ada seorang pun yang tidak berdosa dan kita harus menghadap pengadilan Tuhan.

 • Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu – Pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini. Hidup adalah anugerah, jalanilah, nikmatilah, rayakan dan isilah dengan baik dan penuh rasa syukur.



image :deviant art
 

fastadendron | Creative Commons Attribution- Noncommercial License | Dandy Dandilion Designed by Simply Fabulous Blogger Templates