Wednesday, April 10, 2013

Nyala


Di sudut gedung kusendiri
pojok dari paling pojok
diam dari paling diam
memandang pantulan kaca

Samar sepi membayang
terhujan remangnya sinar lampu
mengarah menuju pintu
ku tunggu nafas datang

Teringat..
di titik hitam ini hadir pertemuan
hangatnya kata
lembar demi lembar tatapan

Menerawang terangnya masa itu
terpenjara kekuatan kata
datang tak kunjung datang
ku terus bermimpi


*puisi ketiga yang kutemukan ketika sibuk menggeledah file-file  jaman dulu


Jemari


Kutemui luka di punggungmu
berlahan mengering hitam
sebagian mengeluarkan titik darah
tampak kering mengeriput

Kutemui kuku memanjang tebal
beberapa menghitam
beberapa tercuil tragis
mengikuti getar tanganmu

Dialah jemari termulia
teruntuk menafkahi orang-orang tercinta
menggenggam logam hitam legam
mengeruk kerasnya pijakan

Surga menantimu
surga merindukan jemari kotor nan suci itu
agar memegang jembatan Rahmat Illahi
berbahagialah jiwamu

*puisi kedua yang kutemukan ketika sibuk menggeledah file-file  jaman dulu


Aku Ma(l)u Bertemu Kamu


Sejak harapan mengalir indah
angan melejit kencang
membinasakan realita rasa
bergegas mengumpulkan puing-puing nyali

Aroma kekaguman menerobos masuk
menembus hati dan nadi
langkah setapak masih berbekas
sejak melalui persimpangan hati

Geliat cita seakan meraja
menyembah tekad atas nama cinta
tak hiraukan lagu terlarang
dalam abu-abu kutemui


*puisi pertama yang aku temukan ketika sibuk menggeledah file-file  jaman dulu

Thursday, April 4, 2013

Damai

Rasanya takut untuk sakiti hati yang lain. Dalam bergulirnya waktu, warnamu memudar dengan sendirinya. Kamu yang menuntut pelangi ini berubah menjadi mendung dan sedikit demi sedikit meneteskan airnya. Tak sepantasnya.

Selamat! Kamu lepas semua yang kamu punya, dan berusaha meraih yang sulit kau gapai. Tapi tenang saja, sulit bukan berarti takkan pernah bisa. Kamu masih memiliki celah untuk menggenggam harapan barumu, yang bukan lagi aku.

Dan lagi, aku masih berpacu pada masa lalu. Kamu yang pandai membuatku tersenyum dan merasa nyaman begitu menyadarkan bahwa aku harus menemukan arti kata 'tak mungkin' seiring bergulirnya mendung menjadi hujan.

Setiap pagi, hati ini masih belum berhenti memanggil nama indah pemiliknya.

Sebelum kita berdamai dengan masa lalu
sebelum aku berdamai dengan kita
sebelum kamu berdamai dengan kita
sebelum aku berdamai dengan kamu
sebaiknya aku memang harus berdamai dengan diriku sendiri 

Reblog of u like/Love someone! 

Saturday, October 27, 2012

Seseorang + Waktu --> Tepat


Selamat malam kepadaku yang masih berusaha menemukan hati. Bukan berarti hati ini menuntut untuk meraih genggaman tangan lelaki itu bersamaan dengan melejitnya waktu. Aku mengerti, untuk menemukan seseorang dan waktu yang sama-sama tepat secara bersamaan sangat sulit. Lagi dan lagi.. aku mengurungkan niat untuk menatap mata seseorang dengan cinta. 

Cinta, bersabarlah.. seseorang di masa depan dengan kesiapan hati sedang mencarimu. Kamu yang selalu menunggu untuk ditemukan. Cocok. Dia yang selalu menggenggam secarik kertas yang telah diberinya tumpahan perasaan rindu pada hatimu. Dia yang selalu memberhentikan langkahnya untuk berkelana demi menunggu kedatanganmu. Dia yang selalu menghiasi imajinasinya dengan tawa cantikmu.. dan senyum bahagiamu.

Bukan karena dimensi waktu yang berperan sebagai penyekat. Bukan! Sebenarnya dia sedang menunggu kesiapanmu, dan kamu sedang menunggu kesiapannya. Kalian sama sekali tak mau menemukan orang yang salah sekalipun dalam waktu yang tepat. Begitu juga, kalian takkan mau menemukan orang yang tepat di waktu yang salah. Ketika seseorang yang tepat datang pada waktu yang tepat adalah keajaiban yang tak mungkin dapat tertolak. Gunakan menunggumu sebagai kesabaran sebelum kamu menemukan cinta yang hakiki. 

Sang malam, mimpikan aku tentang dia.. Untuk kekuatan cinta yang hakiki dan suci..

 

fastadendron | Creative Commons Attribution- Noncommercial License | Dandy Dandilion Designed by Simply Fabulous Blogger Templates