Saturday, October 13, 2012

Fakta dan Fakta Baru : Insting


Saya baru menyadari bahwa tugas Filsafat Ilmu yang baru saya selesaikan empat hari yang lalu yang menuntut saya untuk menggali fakta baru dibalik fakta yang telah ada yang diyakini oleh mayoritas orang tersebut telah membuat saya mampu membuka pikiran. Saya merasa pemahaman yang diberikan sejak pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas terdapat beberapa kesalahan fatal yang perlu diperbaiki. Dengan mencari referensi pada teori yang dikemukakan Harun Yahya yang mendasar pada agama dan ilmu pengetahuan pun saya yakin akan menemukan kebenaran dalam menyelesaikan tugas Filsafat Ilmu yang diberikan. Silakan membaca beberapa tabir kebenaran di bawah ini untuk membuktikannya..


FAKTA DAN FAKTA BARU MENGENAI INSTING YANG DIMILIKI MAKHLUK HIDUP

FAKTA :
Para evolusionis (termasuk Charles Darwin) mengungkapakan bahwa kecerdasan perilaku yang ditunjukkan binatang tanpa pelatihan khusus disebut sebagai insting.  Tetapi mereka tak mampu mengungkapakan bagaimana makhluk hidup mendapati insting tersebut. 
"Makhluk hidup membangun suatu kebiasaan seiring berjalan kehidupannya, dan mewariskan pada anak-anaknya secara genetis. Insting yang diwariskan tersebut kemudia berkembang seiring berjalannya waktu." -Darwin

 (gambar: google)


Sunday, October 7, 2012

Gila Hormat


"Saya selalu berusaha untuk menghormati dan menghargai orang lain, karena saya percaya bahwa setiap orang memiliki sisi baik tersendiri"

Sepertinya benak selalu berteriak, "Lagian otaknya di mana sih, sembarangan banget kalo ngomong!" ketika kita menemui beberapa orang yang ber-ego tinggi dan tak ada solidaritas sama sekali. Sesabar-sabarnya seseorang, pasti ada batin yang tidak terima jika dirinya tidak dihargai ataupun direndahkan orang lain. Mereka pikir, mereka akan puas dan terlihat lebih eksis dengan sikapnya yang arogan tersebut? Sebenarnya mereka bukan jahat, mereka hanya perlu perhatian dan waktu untuk melampiaskan caranya yang kurang baik tersebut pada kita. Berpikir positif saja :')

Tak bisa dipungkiri, sifat manusia memang bermacam-macam. Kadang baik kadang buruk. Rasanya sulit untuk menemui seseorang yang memiliki karakter positif melulu. Begitu pula manusia yang selalu berkarakter negatif. Perlu kesadaran bagi kita untuk memahami sifat yang mirip warna bunglon yang setiap saat bisa berubah. Memang rasa enggan untuk menerima sikap yang terlanjur dikirimkan pada kita itu masih melekat erat, lantas kata apalagi yang tepat selain kita harus bersabar?


Mereka yang sulit menghargai orang lain, mungkin hanya perlu waktu untuk merubah sikap. Sepertinya tidak lucu jika kita mengikuti cara mereka yang arogan tersebut dan mempraktikkannya pada orang lain. Sekali lagi, jangan pernah rusak pencitraan fitrah kita hanya untuk menambah followers mereka yang mungkin kita menyebut mereka masih labil. Terimalah, belajarlah dari kesalahan sikap mereka, ikhlas, dan berdoa agar kita sekalipun tak seperti mereka. Terakhir, semoga hati mereka kembali menjadi hati yang bisa dihormati oleh siapapun.


Don’t be the same. Be better!


Hello Monday!

Aku Memang Jatuh


foto: deviant art

“Aku memang jatuh, tetapi dalam jatuhku aku tertimpa banyak keberuntungan”

Sejauh mata memandang, sejauh hati merasa begitu tersakiti

Semoga aku tetap berusaha menjadi pemaaf dan sedikitpun tak menyimpan dendam.

Sedih, bahagia, terkejut, kecewa, dan putus asa pasti sudah rata menempati setiap hati manusia. Kita semua merasakannya, hanyalah waktu yang datang membedakan.

Ketika ku merasa terkejut, kecewa, dan benar-benar sedih, ternyata masih ada kebahagiaan yang mengiringinya.

Harapan, aku memupuknya dengan tidak mudah. Berawal dari sama sekali tak mengenal apa yang kunamai cinta, berlanjut dengan sedikit sapaan, sentuhan, dan memuncak pada kisah cinta. 

Aku mengira dalam kegersangan rasaku, ada tetesan embun yang entah darimana datangnya membasahi ujung hingga pangkal hati.

Sunday, July 22, 2012

Mungkin Ketika Aku Mengingatnya

Bagaimana menceritakannya? 
Lantas aku sekarang sendiri. Hanya sendiri berteman dengan Tuhan

Bagaimana aku bisa menagih kata-katamu, lantas entah di sana kamu bersama orang baru. Aku tak mengenal

Rasanya aku baru mengingat, sekitar satu bulan kemarin kita sempat bertemu. Aku pikir itu pertemuan terakhir kita

Yang aku lakukan saat itu hanya tertawa dan tersenyum lebar di sela-sela pembicaraan serius kita, tentang berontak masa lalu

Masa yang takkan sembuh dengan hanya penjelasan panjang lebar. Masa yang terlalu terluka karena kebohongan

Setidaknya, di hatimu ada rasa mengerti..

Mengerti kaca-kaca yang mulai pecah di mataku, berubah wujud menjadi tetesan air yang terus mengejar tetes demi tetes

Masih belum bisa mengerti?

Bahkan sahabatku sendiri, yang juga kamu mengenalnya turut memberikan kode akan perubahan sikapku

Perubahan sepeninggalanmu

Pantas kalau hatiku sekarang dikatakan mati. Ya, mati rasa tepatnya

Dengan alasan setebal apa lagi aku harus menutupi kesedihanku

Bahkan hingga sekarang aku masih menganggapmu orang baik

Aku mensenjatakan cerita masa laluku denganmu dulu, begitu baik sekali

Bukannya setiap orang diberikan hati oleh Tuhan dengan tujuan agar dapat merasakan perasaan orang lain?

Hati itu kamu gunakan untuk apa jika sikapmu monoton seperti ini!

Entahlah, aku masih memikirkanmu

Masih..

Mei, Juni, Juli.. Aku masih mengingat langkah kepergianmu

Dimana kedewasaanmu yang orang-orang bilang tentangmu padaku dulu?

Apa itu topeng?

Aku kecewa bisa mengenalmu jika berakhir seperti ini

Berakhir dengan sakitnya perasaan. Lumpuhnya logika. Bencinya pada masa lalu

Entahlah, tapi aku rasa Tuhan tidak pernah bermain dadu dalam memberikan kisah untuk makhluk-Nya

Selalu kutemukan alasan di balik setiap peristiwa kisahku, cepat atau lambat..










Tiba-tiba terpikir untukmu

 

fastadendron | Creative Commons Attribution- Noncommercial License | Dandy Dandilion Designed by Simply Fabulous Blogger Templates