Hello Monday!
Sunday, October 7, 2012
Aku Memang Jatuh

foto: deviant art
“Aku memang
jatuh, tetapi dalam jatuhku aku tertimpa banyak keberuntungan”
Sejauh mata
memandang, sejauh hati merasa begitu tersakiti
Semoga aku
tetap berusaha menjadi pemaaf dan sedikitpun tak menyimpan dendam.
Sedih,
bahagia, terkejut, kecewa, dan putus asa pasti sudah rata menempati setiap hati
manusia. Kita semua merasakannya, hanyalah waktu yang datang membedakan.
Ketika ku
merasa terkejut, kecewa, dan benar-benar sedih, ternyata masih ada kebahagiaan
yang mengiringinya.
Harapan, aku
memupuknya dengan tidak mudah. Berawal dari sama sekali tak mengenal apa yang
kunamai cinta, berlanjut dengan sedikit sapaan, sentuhan, dan memuncak pada
kisah cinta.
Aku mengira
dalam kegersangan rasaku, ada tetesan embun yang entah darimana datangnya
membasahi ujung hingga pangkal hati.
Sunday, July 22, 2012
Mungkin Ketika Aku Mengingatnya
Bagaimana menceritakannya? Lantas aku sekarang sendiri. Hanya sendiri berteman dengan Tuhan
Bagaimana aku bisa menagih kata-katamu, lantas entah di sana kamu bersama orang baru. Aku tak mengenal
Rasanya aku baru mengingat, sekitar satu bulan kemarin kita sempat bertemu. Aku pikir itu pertemuan terakhir kita
Yang aku lakukan saat itu hanya tertawa dan tersenyum lebar di sela-sela pembicaraan serius kita, tentang berontak masa lalu
Masa yang takkan sembuh dengan hanya penjelasan panjang lebar. Masa yang terlalu terluka karena kebohongan
Setidaknya, di hatimu ada rasa mengerti..
Mengerti kaca-kaca yang mulai pecah di mataku, berubah wujud menjadi tetesan air yang terus mengejar tetes demi tetes
Masih belum bisa mengerti?
Bahkan sahabatku sendiri, yang juga kamu mengenalnya turut memberikan kode akan perubahan sikapku
Perubahan sepeninggalanmu
Pantas kalau hatiku sekarang dikatakan mati. Ya, mati rasa tepatnya
Dengan alasan setebal apa lagi aku harus menutupi kesedihanku
Bahkan hingga sekarang aku masih menganggapmu orang baik
Aku mensenjatakan cerita masa laluku denganmu dulu, begitu baik sekali
Bukannya setiap orang diberikan hati oleh Tuhan dengan tujuan agar dapat merasakan perasaan orang lain?
Hati itu kamu gunakan untuk apa jika sikapmu monoton seperti ini!
Entahlah, aku masih memikirkanmu
Masih..
Mei, Juni, Juli.. Aku masih mengingat langkah kepergianmu
Dimana kedewasaanmu yang orang-orang bilang tentangmu padaku dulu?
Apa itu topeng?
Aku kecewa bisa mengenalmu jika berakhir seperti ini
Berakhir dengan sakitnya perasaan. Lumpuhnya logika. Bencinya pada masa lalu
Entahlah, tapi aku rasa Tuhan tidak pernah bermain dadu dalam memberikan kisah untuk makhluk-Nya
Selalu kutemukan alasan di balik setiap peristiwa kisahku, cepat atau lambat..
Tiba-tiba terpikir untukmu
Monday, June 18, 2012
Thanks, My Friends!
Setiap orang pasti punya teman baik yang bersedia menerima cerita sedih bahagianya, aku pun.Ada beberapa orang yang menghiasi hari-harikuMengisi emosikuMemunculkan rasa senang, haru, terkejut, marah, dan semacamnyaRasanya suasana menjadi berisi ketika dengan merekaAda canda yang tak bisa ku rasakan pada diri orang lain yang ku dapat dari merekaSemua terasa berkesan
Bersama Alice & Okta, salah dua dari beberapa teman dekat dan sahabatku. Canda hangat buat kalian! :))
Sunday, June 17, 2012
Ketemu?
Syukur deh, musimnya galau persiapan SNMPTN udah lewat. Sekarang lebih galau lagi nungguin hasil tesnya, lolos atau enggak. Optimis ajalaah! Saat itu aku punya cerita, emm.. yang mungkin gak mungkin bisa aku lupain. Isssstimewah! *eh
H-1 tes SNMPTN *di sekolah* Rasanya lumayan bingung. Aku belum nemu kost-an buat bisa nginep di Malang, secara SNMPTN diadain selama 2 hari. Dan lokasi tesku ada di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Demi menghemat waktu, tenaga dan biaya, jalan keluarnya adalah ngekost di Malang. #okesip
Singkat cerita, temenku yang namanya Vano punya solusi buat masalahku. Beruntung banget, dalam kondisi yang mepet belum nemu kost-an kayak gini masih ada yang nolongin. Alhamdulillah deh. Selama 2 hari itu aku nginep di rumah Budhenya Vano. Sebenernya rumah itu bukan kost-an sih, tapi berhubung ada 1 kamar yang kosong dan letak rumahnya dikelilingi sama rumah-rumah yang menyediakan jasa kost, so aku sama temen-temen nganggep itu kost-an.
Subscribe to:
Posts (Atom)


