Saturday, January 7, 2012

Apakah itu Cinta?


Assalamualaikum?

Sedikit cerita tentang pembicaraanku hari ini, tepatnya malam ini. Lawan bicaraku adalah seorang mahasiswa yang bisa dibilang ilmu agamanya sudah level tinggi. Beliau juga masih muda, cantik, memiliki idealisme yang unik dan menarik. Hal yang paling beliau sukai adalah menyiarkan ajaran-ajaran islam kepada orang-orang tersayang dan lingkungannya. So awesome!

Beliau mengatakan : "Jangan mencintai seseorang atas dasar cinta"
Kontan saat itu aku kaget dan sulit menerima pernyataan tersebut. Karena bagaimana bisa kita mencintai seseorang jika tidak karena cinta? Bukannya semua berawal dari cinta? 

The Ambigram


Terima kasih buat Mas Rieyo yang sudah bikinin ambigramnya :)

Friday, January 6, 2012

Proyek Pribadi



Sering tanpa kita sadari, kita berlaku agak kasar dan bereaksi agak kejam kepada orang yang baik kepada kita, karena ketersinggungan atau karena kita menganggap kebaikan yang mereka lakukan adalah kewajiban mereka.


Sesuatu yang telah kita terima secara teratur, walau bukan hak kita, akan kita tuntut sebagai hak.


Dan itulah sikap kita kepada mereka yang membantu kita. Kita berlaku seperti anak kecil yang menggigit tangan yang menyuapi makanan.


Sering tanpa kita sadari, kita melukai hati orang yang mengasihi kita, karena kita menganggap kebaikan hati mereka adalah kewajiban yang menguntungkan mereka.


Kita sering menganggap diri ini demikian penting, sehingga mengabaikan kebutuhan orang lain untuk dikasihi, dihargai bantuannya, dan untuk menerima sedikit rasa terima kasih.


Maka, katakanlah ini sebagai kalimat Anda sendiri …


Tuhanku Yang Maha Pemaaf,


Maafkanlah aku yang sering lalai menghargai kebaikan orang tua, saudara, sahabat, atasan, dan mereka yang tak kukenal - tapi yang ikhlas melakukan kebaikan kepadaku sebagai sesama yang mereka cintai.


Hari ini, tenagailah kesungguhanku untuk menjadi pribadi yang mensyukuri kebaikan orang lain kepadaku, dan mampukanlah aku melakukan kebaikan yang sebanding kepada mereka, agar aku tidak hanya menjadi penerima bantuan yang bersungut-sungut.


Tuhan, hapuslah sifat-sifat buruk dari diriku, agar aku tak menjadi orang yang menggigit tangan yang memberiku makan.


Jadikanlah aku jiwa yang mensyukuri kebaikan orang lain, dan mampu mengembalikannya sebagai tanda kebaikan hatiku.


Aamiin


-----------------


 "Semakin besar jumlah jiwa yang meminta, semakin baik kesempatan permintaan itu dikabulkan."


- Mario Teguh -


image : Mario Teguh's facebook

Sunday, January 1, 2012

Pulang

Malam 31 Desember 2011

Malam pergantian tahun, heboh!

Tadi siang baru lihat di acara berita-berita di tv, semuanya bahas tentang kesibukan tahun baru. Yang bikin kasihan, ada berita yang meliput tentang satu keluarga yang mengalami kecelakaan di perjalanan mudik tahun baru mereka. Yaaa, di saat semua sedang bersenang-senang menyambut tahun baru ini, ada saja yang mengalami musibah. Semoga keluarga mereka yang ditinggalkan bisa tabah dan ikhlas akan kepergian mereka, amin. *ngusap wajah*

Untuk acara malam tahun baruku, aku nggak yakin meriah. Hujan, di sini hujan. Deres banget, dari 2 jam yang lalu. Hujan memang anugrah, tapi kalo jatuhnya ketika semua orang merayakan tahun baru seperti ini gimana? Kembang api gak bisa nyala dong :(

Tuesday, December 27, 2011

Apa Artinya?

Tahun baru? 


Tentang tahun baru yang datang begitu cepat. Secepat kedipan mataku. Aku seakan belum siap akan tahun baru ini. Apa harus baru? Ini pergantian tahun bukan?

Untukku, terlalu kilat tahun anyar itu menghampiri. Ya, hitungan hari lagi. Hanya menunggu untuk sesuatu yang dikatakan orang "baru" itu.

Apakah kalian yakin itu baru? 
Bukannya hanya angka tahun saja yang bertambah satu, hanya karena itu disebut baru?
Perlu perubahan, sekali lagi PERUBAHAN!

Meriah sekali persiapan untuk tahun baru ini. Sudah bisa dibayangkan bagaimana persiapannya nanti, pasti maksimal. Kembang api dimana-mana, suara terompet yang saling bersaing dan bersambung, hiruk-pikuk orang-orang, dan banyak lagi perayaan demi menyambut tahun baru.

Aku masih ingat tahun lalu. Jika di ibukota tengah merayakan tahun baru dengan kembang api yang nilainya ratusan juta, disulut salam satu malam, diiringi jeritan-jeritan kesenangan yang menyaksikannya. Oh, Tuhan.. apa orang miskin sudah enyak dari bumi ini? Mengapa mereka tega bersikap seperti itu..

Tentang orang miskin, mereka masih membutuhkan uluran, Tuan. Hampirilah mereka untuk sekedar membagi rezeki anda yang berlebihan akan titipan Tuhan itu. Mereka lebih berhak. Mereka hidup dalam kekurangan dan membutuhkan anda, tataplah wajah tanpa gizi mereka dengan kasih tulus anda. Secepatnya, tolonglah mereka!

image : deviant art
 

fastadendron | Creative Commons Attribution- Noncommercial License | Dandy Dandilion Designed by Simply Fabulous Blogger Templates